Kamis, 12 Maret 2009

Water Front City


Banjir di Kota Semarang telah menjadi suatu pemandangan yang biasa bagi warga. Ironis memang, sebuah bencana telah mejadi sesuatu yang diakrabi. Ini mungkin adalah sebuah bentuk kegagalan dari Pemerintah Kota dalam pengelolaan manajemen kota. Dibutuhkan suatu manajemen bencana yang terpadu untuk mengatasi hal ini. Wacana untuk membuat Semarang sebagai Waterfront City di satu sisi adalah hal yang sangat baik. Namun di sisi lain, hal ini menunjukkan kelemahan dan kegagalan Pemkot Semarang untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk warganya. Kualitas lingkungan yang semakin menurun akibat banjir di Kota Semarang semakin membuat ketidaknyamanan warga yang tinggal di Semarang, terutama di daerah Semarang Bawah. Pemkot Semarang seolah-olah sudah kehabisan akal untuk mengatasi banjir di Kota Semarang yang sangat kompleks penyebabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar